Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

BBVF Pusvetma Gelar Sosialisasi Tata Naskah Dinas dan Implementasi Kearsipan

30/07/2025 07:47:00 Admin Satker 4

Surabaya, 30 Juli 2025 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang korespondensi dan pengelolaan arsip, Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma menggelar kegiatan Sosialisasi Tata Naskah Dinas dan Implementasi Kearsipan serta implementasi aplikasi Srikandi  bagi seluruh tim kerja di lingkungan BBVF Pusvetma. 

Tim Unit I Kearsipan Kementerian Pertanian hadir menjadi narasumber. Ella Juliana, Arsiparis Ahli Madya bersama tim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian terkait koordinasi penyelenggaraan kearsipan, yang mengacu pada PP No. 28 Tahun 2012 dan UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Selain itu, sosialisasi ini juga membahas pembaruan tata naskah dinas sesuai Permenpan Nomor 12 Tahun 2024.

Acara yang dilaksanakan di Gedung FX. Wawoeroentoe BBVF Pusvetma ini dihadiri oleh Kepala Bagian Umum, Ketua Kelompok Substansi, Koordinator tim kerja, tenaga medik dan paramedik veteriner, arsiparis, pustakawan, panitera, serta perwakilan bagian administrasi dari masing-masing unit kerja.

Pertemuan berjalan interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. “tata naskah dinas sesuai permentan 12 tahun 2024 ini bisa menjadi salah satu identitas dalam korespondensi di lingkungan Kementerian Pertanian” ujar Ella. Pertanyaan demi pertanyaan bergulir, pertanyaan seputar kode klasifikasi menjadi bahan diskusi yang banyak dipertanyakan. 
“selain aplikasi srikandi, Pusvetma juga memiliki aplikasi penomoran surat hasil inovasi pegawai Pusvetma, yang memudahkan pengguna korespondensi yang mudah diakses” ujar Utami, kabag umum disela-sela diskusi.
Pusvetma, salah satu satker di Kementan yang berdiri sejak 1952 tentu memiliki arsip-arsip dengan nilai kesejarahan yang dapat disimpan dalam arsip permanen. “contoh arsip berupa arsip terkait flu burung atau Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia, dapat menjadi arsip permanen apabila masih bernilai guna meskipun telah menjadi dokumen lama” ujar Ancelle, arsiparis menambahkan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan